DIGEBOK IKAN CAKALANG

Indonesia adalah negara maritim. Semua orang nampaknya udah tau lah yaa. Dari SD kita udah selalu diingetin sama fakta yang satu ini. Dari Sabang sampe Merauke, hasil laut yang Indonesia punya tuh macem-macem. Dulu Rani cuma tau sebatas ikan mujair, lele sama mas aja hahaha. Setelah keliling Indonesia baru deh terbuka matanya sama ratusan ribu bahkan jutaan jenis biota laut yang negara kita punya. Nah, gak cuma ikannya aja yang banyak tapi cara menangkap ikannya juga macem-macem. Dari sekian banyak teknik memancing ikan yang ada di Indonesia, mancing cakalang jadi salah satu teknik paling menarik dan seru yang pernah Rani temui.

2018_1004_15241400-01

Kapla cakalang sebelum berangkat

Perairan Ambon adalah salah satu gudangnya ikan cakalang. Rani ikut numpang sama salah satu kapal cakalang. Nama kapalnya KM YORA 06 dan terdiri dari 16 kru kapal. Kata bapak pemiliknya kapal ini kapal hoki, kalau mancing pake kapal ini pasti dapet banyak. Mari kita katakan amiiinn. Rani berangkat jam 6 sore dari dermaga Tulehu. Untuk mancing cakalang kita harus ke daerah perairan laut dalam. Jaraknya kurang lebih 100 mil dari garis pantai. Total aku akan menghabiskan waktu 24 jam di laut lepas. Mare mulaaiii.

2018_1004_16370100-01.jpeg

Sebagian dari kru kapal KM YORA 06

2018_1004_17380600-01.jpeg

Suasana malam di kapal

Kalau mancing berarti harus ada umpannya dong yaah. Umpan jadi salah satu kunci kesuksesan mancing cakalang. Umpan yang dipakai harus ikan hidup, cakalang gak mau tuh makan ikan yang udah mati dan gak fresh lagi. Mantaap. Ibarat kata nih ye, ikan ini tau sushi mana yang asli dan palsu hahaha. Jadi Rani dan kru kapal mampir dulu ke Pulau Saparua untuk beli umpan. Umpannya adalah ikan teri putih kecil. Sayangnya, saat itu umpan yang tersedia lagi gak banyak. Total ada 20 ember teri kecil yang kita dapetin.

2018_1005_04570200-01.jpeg

Tempat penjualan umpan

Umpan ini harus tetap hidup sampai ke lokasi mancing. Perjalanan kurang lebih masih  10 jam lagi. Selama itulah umpan harus dijaga bener. Sirkulasi air di bak umpan supaya tetap segar dan hidup. Kecepatan kapal maksimal 10 knot, gak boleh terlalu cepat supaya ikannya gak mabuk laut (eh ini gimana maksudnya?). Buatku umpan ini diperlakukan layaknya putri raja yang harus dijaga baik. Ku menatap umpannya sambil kasihan hiks. Dia dijaga untuk kemudian ditumbalkan hiks. Kaya disayang sayang abis itu dibuang (oucchh).

Semakin ke tengah laut gelombang pun semakin tinggi. Beruntungnya Rani pergi pas gelombang laut lagi bersahabat. Tapi percayalah bersahabatnya laut tetep aja memusingkan. Saran untuk kalian yang mabuk laut, kalau naik kapal jangan di bagian paling depan karena bantingannya paling keras bak buk bak buk basah. Rani akan melewatkan malam di kapla ini. Rani tidur di dek kapten kapal. Untungnya aku mah pelor dan dimana aja bisa tidur, jadi yaa aku nyenyak-nyenyak saja meskipun gelombang dan ombak menerpa hahaha.

Jam 9 pagi sampailah kita di fishing spot! Gak pake ba bi bu lagi. Semua pemancing langsung ke bagian depan kapal dan duduk berdempet dempetan membentuk huruf U. Alat yang digunain cuma sebatang bambu yang kuat dan ujungnya dikasih kail tanpa umpan. Selang-selang air juga mulai dinyalain di tempat nelayan memancing supaya ada percikan percikan air yang keluar. Pokoknya menciptakan playing ground yang sangat ciamik lah untuk cakalang.

2018_1005_10415400-01.jpeg

Waktu baru mulai mancing, keadaan kapal masih kondusif

Umpannya gak disangkutin dipancingan gengs, tapi dilempar dari sisi samping. 1…2…3 MULAIIII! Wah asli gak nyampe 5 menit langsung dapet ikannya! Ikan cakalang ini hidup bergerombol. Ibarat kata kalau kita udah berhasil nemuin rumahnya, kita tinggal dobrak aja dan serbuuu. Rani tentu dong ikut mancing hehe. Ikannya bener2 berseliweran di depan mataku dan cakalang ini berenangnya cepet banget! Wush wush wuuushhh. 2 meter dari tempat pemancing memancing adalah clear area. Artinya gak boleh ada orang yang berdiri disitu, takutnya nanti kegebok sama ikan cakalang.

2018_1005_10221900-01.jpeg

Kapal lain yang ikut memancing

2018_1005_10203600-01.jpeg

Kapalnya sampe miring dong karena berat sebelah

Akhirnya setelah 10 menit Rani dapet juga! Ikan ini besar banget ternyata. Anaknya aja ukurannya 30-40 cm. Kebayang dong yaah mamanya seberapa besar hem. Teknik memancnig yang digunakan namanya pull and line. Teknik ini ramah lingkungan banget gengs, gak pakai bahan berbahaya apapun. Lama kelamaan keaadaan semakin heboh. Kapal kita rame sama ikan cakalang yang semakin banyak dan teriakan para pemancing yang adrenalinnya terpacu setiap dapet ikan. Saking semangatnnya aku sampe lupa liat keadaan sekitar dan BUK! KENA GEBOK IKAN CAKALANG YANG LAGI MELAYAANG TUH. Rasanya hemm, yah mirip kaya digebok bola lah hahha. Ikan cakalang ini padat banget badannya, sekel gitu loh gengs. Total ada 200 ikan cakalang yang kami dapet hari itu. Sedikit hitungannya karena umpan yang kita bawa juga gak banyak. Kalau lagi bawa umpan banyak, nelayan bisa dapat sampai 2 ton lebih! Waauu kaaan.

2018_1005_09573400-01.jpeg

Mau gimanapun kondisinya tetep harus ngomong ke kamera hahaha

2018_1005_10580300-01.jpeg

Hasil tangkapaan

Keesokan harinya Rani ikut masyarakat lagi untuk mancing ikan cakalang. Tapi kali ini gak dalam skala besar. Mancingnya pake perahu kecil dan pake layang-layang. Lokasi memancingnya juga gak terlalu jauh, cuma 1 jam dari bibir pantai. Sampai di lokasi, mata Rani dibuat terpukau sama pemandangannya. Banyak banget lumba-lumba! Ada ratusan gengs! Beneran aku tuh gak bohong aaaa. Ternyata mereka lagi cari makan di lokasi tempat Rani mancing cakalang.

2018_1007_08360300-01.jpeg

Layang-layang terbuat dari plastik supaya awet

Cakalang, lumba-lumba dan tuna punya makanan yang sama. Ikan terbang dan ikan kecil lainnya jadi santapan mereka. Kalau datang di waktu yang tepat ya kita bisa nemuin mereka semua dalam satu spot dan rasanya benar-benar menyenangkan hihihih. Kira kira pukul 7-10 pagi adalah waktu makan mereka.

2018_1007_08353400-01.jpeg

Mancing ditemenin lumba-lumba

Layang- layang pun diterbangkaan. Diujung senar layang-layang, Rani menggantungkan umpan imitasi. Perahu akan terus berputar sampai layang-layangnya jatuh. Kalau sudah jatuh berarti umpannya sudah dimakan dan kita dapat ikan! Gak perlu waktu lama, satu per satu ikan kamidapatkan yeaah.

2018_1007_08412300-01.jpeg

Salah satu pertanda lokasi cakalang adalah burung yg terbang diatasnya

20181007_093318-01.jpeg

Umpan imitasi. Kailnya gede yaah

20181007_094445-01.jpeg

Hasil mancing dengan layang-layang

Mancing cakalang ini ngebuat Rani sadar kalau sebenernya manusia itu gak perlu khawatir kelaparan looh. Alam kita bener-bener nyediain semua yang kita butuhkan untuk hidup dan bahagia. Selama kita menjaga hubungan baik sama alam dengan merawat mereka, pasti timbal baliknya akan bagus juga. Mancing cakalang yang ramah lingkungan ngebuat nelayan gak pernah khawatir akan kehabisan ikan. Semuanya tercukupi sampai seumur hidup.

Patricia Ranieta pamit! Stay awesome fellas!

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s