BERJUMPA DENGAN HIMALAYA (PART 1)

Rani memulai pendakian ke pegunungan Himalaya via Nepal. Penerbangan dari Indonesia ke Nepal menghabiskan waktu 9 jam, sudah termasuk waktu transit yaah. Nah untuk kalian yang pengen berkunjung ke Nepal gak usah khawatir soal urusan visa. Seperti Indonesia, Nepal juga menggunakan sistem Visa On Arrival. Jadi tinggal isi form aja terus kita bisa dapet langsung deh visanya. Ada visa untuk 15 hari (25 USD), 30 hari (40 USD) dan 90 hari (100 USD). Rani apply untuk yang 30 hari. Rata-rata nih orang apply visa untuk waktu tinggal yang cukup lama. Ku super semangat buat perjalanan ini. Positive vibes is in the aiirr. Let’s start!

Screen Shot 2018-07-27 at 10.41.26 AM

Bandara Tribhuvan 

Screen Shot 2018-07-27 at 10.45.16 AM

Proses pembuatan Visa On Arrival 

Hari pertama Rani habiskan di Kathmandu, ibu kota Nepal. Rani gak sempet kemana mana sih hari pertama ini karena besoknya pendakian langsung dimulai. Pas sampai Rani langsung briefing sama tim operator pendakian. Rute yang akan kutempuh dengan kedua kaki sampai ke Everest Basecamp kurang lebih 130 km! Eh mak jauh amat yaaak. Pendakian rencananya 8 hari naik dan 3 hari turun. Ku langsung mikir kok jomplang banget waktu pergi sama pulang. Ah mungkin harapan operator nya ku sudah bisa berjalan secepat kilat waktu pulang karena udah di tatar hahaha. Setiap orang juga di info kalau gak boleh bawa barang lebih dari 15 kg. PANIK DOONG, packing ulang deh. Harus kurelakan beberapa barang yang mungkin tidak akan kugunakan selama pendakian seperti boneka kesayangan hahaha.

screen-shot-2018-07-27-at-10-47-56-am.png

Briefing dan cek perlengkapan

Screen Shot 2018-07-27 at 10.49.08 AM

Peta tujuan. Everest Basecamp!

Besoknya Rani dan tim langsung naik penerbangan pertama menuju ke Lukla. Penerbangan ditempuh hanya dalam 45 menit. Pemandangan sepanjang penerbangan mantaap rek! Aku cengo reek! Beda bener sama Bekasi yee. Pegunungan Himalaya udah say hello sama Rani seakan akan bilang “sekarang lo boleh senyum senyum, nanti pas pendakian nangis-nangis lo”. Baik tak apa itu hanya sekedar imajinasiku saja. Bandara di Lukla namanya Bandara Tenzing-Hillary. Diambil dari nama Edmund Hillary dan Tenzing Norgay. Singkat cerita mereka berdua adalah orang yang paling berjasa memajukan pariwisata disini. Edmund Hillary adalah orang pertama yg sampai ke puncak Everest sedangkan Tenzing Norgay adalah porternya. Bandara ini adalah salah satu bandara paling ekstrim di muka bumi karena sebelah landasan langsung pemukiman, terus landasan pacunya kurang lebih cuma 400 meter dan cuaca yang gak menentu juga jadi salah satu penyebabnya. Pilotnya jago-jago bener yah.

Screen Shot 2018-07-27 at 10.54.31 AM

Pemandagan dari dalam pesawat. Gugusan pegunungan Himalaya

Screen Shot 2018-07-27 at 10.58.35 AM

Landasan pacu bersebelahan dengan pemukiman

DSC09861

Pemandangan di sekitar Bandara Tenzing-Hillary

screen-shot-2018-07-27-at-11-00-37-am.png

SOO READDYY

Pas turun pesawat, angin kencang langsung berhembus wuuss. Dingin sekali! Rani langsung berjalan cepat-cepat ke meeting point sebelum meler ini semakin mejadi. Disini Rani kenalan sama porter-porter yang nantinya akan bantu bawain barang di sepanjang pendakian. Ini dia alasannya kenapa kita gak boleh bawa barang banyak, karena kasian sama porternya kaan. Porter disini disebut dengan Sherpa. Di part selanjutnya akan kujelasin kenapa sebutannya itu. Abis kenalan dan menghangatkan diri sejenak. Pendakian pun siap dimulaai! Mariiiii

DSC09867

Tim Rani beserta porter dan guide menuju ke Everest Basecamp

Hari pertama rute pendakian gak terlalu panjang. Rani menuju ke Pakdhing. Pendakian memakan waktu kurang lebih 3 jam. Nah bukannya menanjak naik, rute dari Lukla-Pakdhing ini justru menurun. Lukla ada di ketinggian 2.800 MDPL sedangkan Pakdhing ada di ketinggian 2.600 MDPL. Yah anggap aja pendakian perkenalan laah. Biasanya kalo baru kenal kan bae-bae dulu, sifat asli baru keluar nanti belakangan (eh gimana Ran maksudnya hahaha). Jalur pendakiannya enak banget. Semua jalur udah jelas dan yaah udah full jalan setapak sih sebenernya. Rumah-rumah masyarakat lokal dan kuil-kuil jadi pemandangan sepanjang perjalanan menuju ke Pakdhing. Beruntungnya jalur pendakian belum terlalu ramai karena puncak musim pendakian baru akan dimulai 2 minggu lagi.

DSC09871

Kuil di sepanjang jalur menuju Pakdhing

DSC09920

Jalur masih di dominasi oleh penginapan dan rumah warga

screenshot_20180727-111213_instagram.jpg

Di depan penginapan kami

Perjalanan hari pertama selesai! So far sangat amat menyenangkan. Eh iya selama pendakian ke Everest Basecamp sudah tersedia penginapan-penginapan lokal milik warga, jadi kita gak akan tidur di tenda yaah. 100% masyarakat disini menggantungkan hidupnya dari pariwisata. Malam pertama kulewatkan dengan tidur yang nyenyak meskipun dingin. Keesokan paginya Rani sikat gigi dengan air es yang membuat gigi ngilu sampai ke ubun-ubun. Setelah sikat gigi dan siap-siap, Rani ready lanjut perjalanan ke desa berikutnya. Sampai ketemu di part selanjutnya!

Patricia Ranieta pamit! Stay awesome fellas!

Photos courtesy of Trans 7

18 thoughts on “BERJUMPA DENGAN HIMALAYA (PART 1)

    1. Terimakasih banyak sudan baca yaa. Untuk ke Everest Basecamp sendiri budget rata-rata nya di 20 juta. Sudah termasuk ticket dari Kathmandu-Lukla PP dan juga penginapan beserta makan selama perjalanan yah

      Like

  1. Jahat bangat kk, gantung ceritanya sampai minggu depan😢😢
    Padahal sudah keasikan baca tiba2 ada kalimat “sampai jumpa part 2″😢😢

    But tetap semangat kk, ditunggu cerita selanjutnya kk rani❤

    Like

  2. Tulisanmu yg kedua yg aku baca kk. Asli spechless, tulisanya enak dibaca dan bikin terhanyut, ada lucu-lucunya dikit, yg bisa bikin senyum-senyum membacanya….

    Like

    1. Yang terberat sebenarnya menage semangat supaya tetep ada. Karena setiap hari pendakian berjalan 7-10 jam selama 11 hari. Jadi ngejaga mood dan kerjasama tim penting banget. Dingin dan minimnya oksijen juga jadi tantangan, cuma ya itu kalo ttp semangat pasti bisa dilewatin hehehe

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s