MERBABU UNTUK KEDUA KALINYA

Letโ€™s talk about mountain! Kalau ngomongin gunung, sinetron tersanjung atau cinta fitri juga bisa kalah panjang kali yaa haha. Setelah memilih dengan sejuta kebingungan, Rani memutuskan untuk nulis tentang pengalaman mendaki ke Merbabu. Waktu kuliah dulu Rani sempet naik Merbabu juga tapi gak sampai ke puncak. Ternyata ada beberapa hal yang salah saat aku ngedaki. Baiklah jadi Rani bertekad untuk memperbaiki kesalahan di masa lampau yeah. Kalian pernah ngalamin hal yang sama? Kalau gitu semoga tulisan ini bermanfaat yah!

DSCF0221

Merbabu via Selo. Fotoku dulu yee

Ada lima jalur yang bisa kalian pilih untuk naik Gunung Merbabu. Jalur Tekelan, Selo, Suwanting, Wekas dan Chuntel. Rani memilih untuk naik lewat jalur Selo. Rani mulai mendaki pukul tujuh pagi. Perjalanan ke pos 1 memakan waktu kurang lebih 1 jam. Nah vegetasinya masih hutan-hutan yang rapat dan cukup landai. Di sepanjang perjalanan Rani masih bisa nyanyi lagu Ninja Hatori (mari bernyannyi! Mendaki gunung lewati lembaah).

DSCF0208

Meskipun landai, perjalanan dari basecamp ke pos 1 cukup panjang

Supaya gak cepet lelah, di sepanjang perjalanan Rani biasanya sambil berdialog sama diri sendiri. Ngobrol sendirinya dalam hati loh yaa, kalo kenceng-kenceng diucap serem juga takutnya dikira gila. Dengan ngebuat pikiran kita sibuk, perjalanan jadi jauh lebih ringan. Asal jangan fokus sama capenya. Di pendakian terdahulu, Rani selalu fokus sama rasa lelah yang Rani rasain. Ternyata, kalau otak fokus sama rasa cape dan lelah, percayalah itu yang akan kalian rasakan hahaha. Jadi jangan! Tips ku ini bisa jadi salah satu cara juga untuk melupakan mantan. FOKUS GENG FOKUS!

dscf0409.jpg

Yakin gak mau kesini?

Dari Pos 1 ke Pos 2 perjalanan masih aman. Ditengah jalan Rani ketemu sama Surili! Primata paling fashionable di muka bumi ini karena bibirnya merah merona layaknya pake lipstik dan rambutnya model mowhak yeah. Surili ini salah satu hewan yang sensitive gengs, jadi kita harus pelan-pelan dan gak boleh berisik. Waktu yang paling pas buat berjumpa sama Surili di Merbabu adalah pukul 8-9 pagi. Saat itu Surili lagi cari makan sama keluarganya. Nyumyyy. Kalian juga bisa ketemu sama Lutung dan Makaka. Nah, kalau ketemu sama mereka jangan sengaja dikasih makan yaa. Biarkan mereka tetap bertahan dengan sifat naturalnya.

Screen Shot 2018-07-06 at 7.52.52 AM

Ini dia si gemas Surili

Pendakian dari Pos 2 ke atas baru deeh ngeri-ngeri sedeep. Nanjak terus no bonus sama sekali! Lagu di otak pun berubah dari Ninja Hatori ke Tega hahaha. Meskipun jalurnya mantap, tapi pemandangannya luar biasaa. Savana luas membentang! Keren bangeeet. Saranku, nikmatilah. Nah, biasanya orang-orang suka banget nih kalau habis istirahat sejenak, mentang-mentang punya energi langsung tanjap gas wuuuusss. Saranku jangan, energi yang udah kalian kumpulin harus disimpan sampai ke tempat peristirahatan selanjutnyaa. Pelan-pelan aja gapapa koo toh gunung juga gak akan kemana mana kaan. Jangan juga terlalu banyak berhenti atau duduk geng. Kenapa? Karena kalau kebanyakan duduk saat pendakian, tubuh kita jadi gak cepat menyesuaikan diri dengan medan. Alon-alon asal kelakon yoo.

DSCF0252

POS 2. Yak di paling kanan adalah reporterku yg sudah tepar namun tetap berusaha. Semangat! Haha

Screen Shot 2018-07-06 at 7.51.15 AM

Jalur terjal dari pos 2 ke atas. Tali pengaman untuk pegangan

Rani memutuskan untuk camping di Sabana 1. Cuacanya gerimis bikin mager gitu deh hahhaa. Pernah denger habis gelap terbitlah terang? Itu yang Rani alamin waktu nge-camp. Hujan berhenti pas saatnya sunset! Alamak cakepnyaa. Gunung Merapi jadi latar belakang. Berasa kaya di studio foto deeh. Malam itu Rani tidur ber-empat dalam satu tenda. Makin rapat makin hangat hahaha. Tidur Rani super nyenyak malam itu. Siap untuk bangun subuh ngejar sunriseee.

DSCF0438

Spot camping

DSCF0301

Sunset latar Merapi

Jam 4 pagi, Rani dan tim mulai perjalanan. Rani memang selalu lebih suka muncak pas hari masih gelap. Kalian tau doong kalau jalur menuju puncak itu selalu yang paling menguji iman. Summit saat subuh ngebuat Rani gak bisa liat tanjakan yang ada di depan mata, jadi hati ga was-was liat tanjakan yang menjulang. Nyeheheh. Dari Sabana 1 ke puncak perjalanan berlangsung selama 1,5 jam. Sampai diatas dingin luar biasa! Nah kalo lagi dingin begini justru jangan diem aja tapi harus banyak bergerak. Pokoknya semakin banyak pergerakan semakin hangatlah badan kita.

dscf0326.jpg

Sunrise mulai muncuul

Pemandangan di Puncak Trianggulasi adalah salah satu pemandangan terindah yang pernah Rani lihat. Karena Rani mendaki pas musim hujan, jadi semua pemandangan warna nya hijau mentereng! Pendar-pendar matahari kontras sekali sama rumputnya. Beeh parah geng bagusnya! Paraah! Ini dia plusnya kalau kamu ke puncak pas sunrise. Rani nyebutnya Golden Hour. Cahaya matahari lagi keren, hangatnya juga pas sekalii. Foto-foto ya dijamin cucook marcucok.

dscf0349.jpg

Puncak Merbabu

dscf0354.jpg

TERBAIK

DSCF0380

Golden Hour

Rani turun pukul 9 pagi. Nah di perjalanan turun inilah kelihatan jalur yang harus Rani lewatin untuk ke puncak. Terjal bener ye ternyata. Hahaha. Sabana 2 jadi pemandangan kesukaan di perjalanan pulang. Apalagi waktu itu lagi gak ada yang camping, jadi berasa punya sendiri haha. Untuk kalian yang mau naik Merbabu dan ngediriin tenda disini, saranku pilih tempat yang deket sama pohon supaya kalian gak kena hembusan angin kencang di malam hari. Kalau di tengah-tengah sabana pasti dingin banget malamnyaa.

dscf0423.jpg

Tetep harus foto kece hehehe

DSCF0408

Sabana 2

DSCF0437

Jalur warna cokelat adalah jalan menuju puncak

Akhirnya naik ke Merbabu kali ini Rani bisa sampai puncak! Kuncinya 65% mental dan 35% fisik gengs. Persiapan logistik juga jangan lupa ya! Banyak kalian yang mau banget naik gunung tapi takut gak sanggup. Kalau kalian gak pernah coba gimana kalian bisa tahu seberapa batas sanggup kalian? Percayalah Rani pun bukan anak gunung garis keras koo. Tapi aku percaya kalau manusia itu diciptakan kuat. Kalau tekad kita besar dan tetep rendah hati, kondisi tubuh akan mengikuti. Intinya, semuanya tergantung apa yang ada di pikiran kamu. Jadi, masih takut buat nyoba?

Patricia Ranieta pamit! Stay awesome fellas!

19 thoughts on “MERBABU UNTUK KEDUA KALINYA

  1. Bisa jadi gambaran nih yg belum tau jalur daki Merbabu. Makasih rani tulisan mu keren. Aku juga punya pengalaman pendakian pertama ku di Lawu. Amazingg lah.!!

    Like

  2. Kalo aku bilang si jalan terjal yg naik itu kayak jalan rayap ๐Ÿ˜‚ tapi waktu udah naik si nggak kerasa berat kok.. Kalo udah diatas liat bawah pasti hm ‘finally’

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s