GARAM AJAIB DARI GUNUNG

Karena negara kita adalah negara maritim, banyak banget masyarakat yang berprofesi sebagai petani garam. Biasanya profesi ini banyak ditemui di daerah pesisir. Umumnya, petani garam membuat petakan-petakan yang diisi air laut. Proses penguapan oleh mataharilah yang nantinya akan membentuk kristal garam (oh seandainya air laut bisa menjadi kristal berlian). Tapi ternyata gak semua garam berasal dari air laut gengs! Karena ternyata ada garam yang berasal dari gunung! Rani nemuin ini di Desa Pakebuan, Kalimantan Utara. Beneran deh kalian gak salah baca. Garam gunung beneran nyata adanya! Wuooo

Belum ada masyarakat yang tahu darimana sumber air asin ini bisa ada dan eksis di atas gunung. Rani juga heran si, gunung kan selalu identik dengan airnya yang seger dan jernih yaa. Eh, tiba-tiba sumber air asin ini ditemukan. Setiap masyarakat yang Rani tanya jawabannya selalu sama, air asin di gunung ini adalah berkat yang dikasih Tuhan untuk mereka. Mau diambil sebanyak apapun, air asin ini gak pernah habiiss. Tahun 1970 baru deh sumber air ini dirubah bentuknya menjadi sumur.

dscf9352.jpg

Opa gemas yang bantuin Rani ambil air asin di gunung

DSCF9351

Air sumurnya selalu dalam volume yang sama. Gak kurang gak lebih

Desa Pakebuan di Krayan dianugerahi dengan hasil panen yang melimpah setiap tahunnya. Gak heran sih, karena masyarakat disana bener-bener menjaga alamnya. Gak kaya kita nih yang dijaga bukan alam malah rasa sakit hati ouch. Mereka baru beralih profesi menjadi pembuat garam ketika masa panen sudah habis. Ada sekitar empat puluh bak yang berjejer rapi disini. Setiap bak punya pemiliknya masing-masing. Air asin dimasak di bak dengan api yang super besar. Panas apinya menghujam wajahku sekalee. Proses masak berlangsung selama tiga hari tiga malam. Air di dalam bak tidak boleh sampai kosong. Harus diisi terus meneruus. Jadi banyak pembuat garam yang bangun tidur sampai tidur lagi yang ditatap ya air garam ini.

DSCF9350

Suasana pabrik mini garam gunung

Setelah tiga hari, akhirnya timbulah endapan garam. Sisa air yang ada di bak harus dikeluarkan. Cara mengeluarkannya? Kaya minum jus, harus disedot untuk memancing air nya keluar. Rani mendapat kehormatan untuk melakukan tugas ini yeah. Tapi Rani nyedotnya terlalu semangat sampe air garam kotor yang bercampur sama nyamuk dan serangga masuk ke tenggorokan. Duuhh rasanya tenggorokan kaya terbakar! AAAAAA. Mata Rani langsung berkaca kaca. Tak kuasa ku menahannya. Momen kaya gini yang cameraman senangi hahaha. Tanpa ba bi bu Rani harus langsung ngomong ke kamera dengan wajah merah merona bak buah jambu yang sudah ranum. Masyarakat disana lihatnya antara kasihan sama mau ketawa juga. Baik, tak apalah setidaknya sengsaraku bisa jadi bahagia mereka hahaha.

screen-shot-2018-06-27-at-8-05-41-pm.png

Yak inilah wajahku yang tak kuasa menahan air mata sehabis keselek garam kotor haha*

screen-shot-2018-06-27-at-8-07-38-pm.png

Senyum  yang penuh makna di wajah papa papa melihat mukaku yg berubah warna haha*

Proses pembuatan garam belum berhenti sampai disitu. Selanjutnya garam gunung harus melalui proses pencucian berkali-kali sampai bersiih dan warnanya menjadi putih suci haha. Semuanya dicuci dengan menggunakan air asin agar rasa garamnya makin mantaap, semantap nasi uduk dan bubur ayam di pagi hari yang dingin yeah. Setelah dicuci baru deh garamnya dijemur lagi sampai kering. Proses penjemurannya tergantung sama cuaca. Kalau matahari lagi hobi bersinar, dalam waktu satu sampai dua hari garam sudah jadi. Kalau mendung dan hujan yah bisa sampai seminggu. Hal ini yang ngebuat Rani selalu kagum sama masyarakat di pedalaman gengs. Mereka tuh ya punya tingkat kesabaran yang jauh di atas masyarakat ibukota. Panas ya disyukuri, jadi garam mereka bisa cepat dijual. Mendung dan hujan juga disyukuri, jadi padi mereka di sawah ada yang siram. Semua serba okee.  Kalau kite nih yee, panas sama hujan sama-sama salah bye! Matahari sama awan jadinya bingung mereka harus berbuat apa kan. Jadilah cuaca di Jakarta suka galau huft. Tuh kan aku ngeluh hahaha.

DSCF9348

Tuh kelihatan kan, garam yang masih kotor dan yang sudah bersih

DSCF9386

Hasil garam yang sudah siap untuk dijemur

DSCF9357

Proses penjemuran garam.  Mataharinya mantapss

Dalam satu kali produksi, garam gunung yang dihasilkan dari satu bak bisa sampai tiga puluh kilogram! Kalau lagi musimnya, garam gunung selalu jadi rebutan seantero Krayan di Kalimantan Utara. Masakan yang dimasak pake garam gunung rasanya terkenal lebih gurih dan tingkat yodiumnya juga lebih tinggi. Selain dijual ke sesama masyarakat, garam ini juga dijual ke Malaysia. Sayangnya garam gunung ini belum bisa di distribusi ke seluruh kota di Indonesia karena keterbatasan akses. Nah seperti tulisan Rani sebelumnya, Rani ikut masyarakat menjual garam ini ke Malaysia. Satu kilo garam dijual dengan harga satu ringgit atau sekitar Rp 3.300,- . Transaksi di perbatasan biasanya menggunakan dua mata uang, Ringgit dan Rupiah.

Screen Shot 2018-06-28 at 11.01.52 PM

Pakcik disebelah kanan itu orang Malaysia yang borong semua garam untuk restorannya*

Rani diceritain juga kalau di perbatasan banyak masyarakat yang masih punya hubungan keluarga loh. Kadang-kadang marga mereka sama cuma terpisah kewarganegaraan aja. Ada yang lebih milih tinggal di Malaysia dengan alasan hidup yang lebih terjamin dan akses menuju pusat kota juga jauh lebih mudah. Tak sedikit juga yang memilih untuk tetap tinggal di Indonesia. Satu keluarga, satu marga, satu rumpun, satu pertalian darah bahkan satu bahasa. Mereka hidup berdampingan dan bisa saling menguntungkan. Indah bukan?

Patricia Ranieta pamit! Stay awesome fellas!

Note: (*) courtesy of Trans 7

 

9 thoughts on “GARAM AJAIB DARI GUNUNG

  1. Ekspresi muka nya lucu kak. Mau ketawa kasian, ga ketawa lucu gitu. But, good story kak cantik. Terus berbagi cerita ya. Aku nunggu episode di Everest Basecamp 😍😍

    Like

    1. Gizi dan kesehatan tentu saja ada. Tapi menurutku, keterbatasan infrastruktur jadi berperan besar dalam kurangnya gizi dan adanya masalah kesehatan. Karena infrastruktur terbatas, jadi makanan bergizi dan obat2an sulit untuk dijangkau.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s