CERITA SEDERHANA DARI LONG UMUNG

Tulisan ini adalah lanjutan dari tulisan Rani sebelumnya, jadinya kalau belum baca yang kemarin, ya wajib baca dulu dong haha. Anyway, Puji Tuhan Rani dan tim sampai ke tujuan dengan selamat (terimakasih kepada dua pilot rupawan yang super keren). Rani tiba di Krayan pukul 09.30 pagi. Dari sini Rani langsung menuju ke Long Umung. Keluar Bandara, kami dijemput dengan menggunakan mobil four wheel. Mayoritas mobil-mobil di Krayan dibeli dari Malaysia, karena akses menuju ke Negeri Jiran memang jauh lebih mudah dan dekat.

20180109_092727.jpg

Bandara Krayan

Pertanyaan pertama Rani ke bapak kepala desa yang menjemput kami adalah “Berapa lama pak perjalanan dari sini ke Long Umung?” Bapaknya bilang perjalanan memakan waktu 1.5-2 jam. Langsung mikir kalau waktunya lumayan juga nih buat tidur, bisa bobo nyenyak sepanjang perjalanan. Oke, mobil pun mulai melaju jugijagijug berangkaat dan mata Rani yang cuma segaris ini langsung merem. Kebetulan aku tipe yang bisa tidur dimana saja dan kapan saja hehe. Tiba-tiba kok badanku goyang ke kanan kiri, nubruk sana sini, kejedot depan belakang yah heemm. Pas melek dan liat kondisi jalan…astaga nagaaa ternyata infrastruktur jalannya parah banget! Separah kondisi rekeningku di tengah bulan gengs! Padahal jarak ke Long Umung dari bandara cuma 10 km. Kalau kalian pilih mana hayo? Jarak deket jadi lama karena macet, atau jadi lama sampe karena infratruktur yang parah? Hemm..Seenggaknya meskipun macet, kita masih punya radio dan sinyal internet untuk menghibur kita selama perjalanan kan, jadi bersyukurlah.

DSCF9401

Kondisi jalan menuju Long Umung

Setelah selesai naik roller coaster mobil, sampailah Rani di Long Umung. Gak perlu waktu lama, Rani langsung jatuh cinta sama suasananya. Karena berada di pedalaman, suasana disini masih damai sekali. Gak ada sinyal jadi poin plus, seluruh indera Rani jadi lebih peka sama keadaan sekitar. Rasanya ga dijajah sama gadget sendiri tuh cuma bisa Rani rasain ketika ada di daerah remote seperti ini.

Rani nginep di penginapan sederhana milik warga. Banyak orang mikir kalau masyarakat di pedalaman Kalimantan itu serem-serem. Percayalah kalian salah kalau berpikir semuanya seperti itu, nyatanya mereka ramah sekali dan selalu senang kalau ada tamu yang datang. Ada satu bapak-bapak yang ga akan pernah Rani lupa, perawakannya kaya preman gitu, tapi ternyata dulu dia kepala sekolah selama 20 tahun (yoiii kepala sekolah terkece nampaknya). Murid-muridnya udah banyak yang sukses di berbagai daerah di Indonesia, ada juga yang kembali Long Umung untuk majuin desa (keren abeess). Beliau ngasih Rani mangga, yang kita makan di hamparan rumput hijau luas. Hal-hal sederhana dan kecil kaya gini nih yang justru selalu berkesan, berasa makan fine dining.

org_e9b6ff5ba751b749_1515558486000.jpg

Long Umung tampak atas

DSCF9281.JPG

Jalan utama Long Umung

DSCF9462.JPG

Ini dia kepala sekolah tergaul di muka bumi ini

DSCF9496-01.jpeg

Mama dan Papa pemilik penginapan. Mirip yee

Disebelah penginapan Rani ada rumah kecil. Waktu pertama kali lihat, Rani pikir itu rumah tetangga, eh ternyata itu adalah Taman Kanak-Kanak. Rani sempetin main kesana. Untuk mengajar TK A dan TK B, tenaga guru yang tersedia hanya dua orang. Di dalam sekolah itu ada tiga ruangan. Ruangan pertama adalah ruang belajar murid TK A, ruangan kedua untuk murid TK B dan ruangan terakhir yang paling menarik untuk Rani, yaitu ruang bermain! Iyaa di dalamnya ada jungkat jungkit sama perosotan doong. Mereka belajar seminggu 3x dari jam 8-10 pagi. Layaknya anak TK pada umumnya mereka ini gemas-gemas tapi bandel juga hahah. Liat tingkah mereka Rani ketawa-ketawa terus dan terhibur. Rani jadi semakin semangat buat liputan karena ngerasa udah diisi lagi baterainya.

DSCF9458.JPG

TK Kharisma, satu-satunya TK di Long Umung

DSCF9429.JPG

Guru dan murid TK

DSCF9437

Jungkat jungkit indoor

Empat hari tiga malam Rani habiskan di Long Umung, mengikuti kegiatan masyarakat yang penuh keterbatasan dari segi akses dan koneksi. Merasa iba? Sama sekali tidak. Entahlah, somehow Rani malah sempet iri sama mereka karena mereka bisa bahagia dengan sederhana. Masyarakat disini nyadarin Rani kalau hal utama yang bisa bikin diri kita bahagia adalah kita sendiri yang sudah berdamai dengan diri sendiri. Banyak banget orang berlomba lomba untuk jadi yang “paling” dalam semua hal, setelah punya semua kok tetep ga bahagia ya? Mungkin karena fokus usahanya untuk mendapat pengakuan dan memenuhi ekspektasi orang lain, well sedangkan kita tau orang lain ga akan pernah puas menilai.

Rani mendapat cinta yang sederhana dan tulus dari masyarakat Long Umung. Damai juga selalu terlihat di wajah setiap individu. Sejak pulang dari sana, definisi Rani soal bahagia jadi beda. Sekarang buat Rani bahagia adalah punya damai dalam diri, bisa dimulai dari mencintai diri sendiri dengan tulus. Sederhana kedengerannya, tapi sulit mengaplikasikannya. Kalau kalian sedang dalam perjalanan yang sama, SEMANGAT UNTUK KITA!

DSCF9456.JPG

Cantiknyaaa

DSCF9443.JPG

Anak ini suka kabur ke warung beli permen, terus balik belajar ke sekolah haha

dscf9344.jpg

Eh hayooo ketauan pipis disamping sekolah hahaha

DSCF9453.JPG 

Ruang bermain anak-anak

dscf94851.jpg

Oma-oma disini masih selalu ke kebun, keranjang gendong jadi ciri khas

Patricia Ranieta pamit! Stay awesome fellas!

24 thoughts on “CERITA SEDERHANA DARI LONG UMUNG

  1. very inspiring.
    apa lg soal definisi “Bahagia”
    thank you bngt buat tulisannya yg kali ini, krn cukup bikin aku mikir lg beribu2 x mengenai apa artinya bahagia dan unk slalu bersyukur dng apa yg di beri oleh Tuhan buat kita.
    GBU ka Ran!🙏❤

    Liked by 1 person

  2. Wahhh…keren abis… Terima kasih ka, itu kampung ku, kemarin pas kk di long umung kebetulan aku juga pulang liburan dan oma itu mama nya papaku loohh… Wkwkwk

    Liked by 1 person

  3. Sukaaaaaa!! Selalu ada pesan sederhaa yang menampar. Bahasanya ringan tapi bisa sangat menggambarkan. Terus berkarya kaakkk

    Like

  4. Terima kasih atas kunjungan anda ke Long Umung Krayan, jangan anda kira karena daerah terisolir penduduk Long Umung Krayan adalah premitif !, jangan pernah anda sama kan suku Lundayeh dengan suku premitif Kalimantan lainnya, suku Lundayeh sudah banyak yang berpendidikan tinggi dan tersebar di seluruh dunia dengan berbagai profesi bergengsi yg tidak kalah dengan suku lainnya yg ada di Indonesia

    Like

    1. Sama-samaa. Saya tidak pernah bilang sekalipun di tulisan saya kalau suku Lundayeh berlaku seperti org primitif kok. Suku Lundayeh akan selalu meninggalkan kesan yg baik untuk saya karena keramahannya dan kecerdasannya 😊

      Like

  5. Mancaaaaap abis mbak rani…inget long umung pasti inget kelatang hihihi…kl ke krayan jgn lupa singgah di warung kecil ku lagi ya…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s