BERJUMPA DENGAN HIMALAYA (PART 5)

Sampailah kita di part terakhir dari perjalanan Rani menuju ke Everest Basecamp! Maaf yaa nunggunya agak lama hehe. Perjalanan hari itu bisa dibilang perjalanan yang panjang. Rani akan menuju keΒ  ketinggian 5000 MDPL. Rasa khawatir, capek, senang, semangat semuanya campur aduk jadi satu layaknya gado-gado yang nikmati disantap di pagi hari. Sedikit lagi Rani! Ayo pasti bisa! Cuma itu aja sih yang kuucap sepanjang perjalanan hehehe. Continue reading “BERJUMPA DENGAN HIMALAYA (PART 5)”

BERJUMPA DENGAN HIMALAYA (PART 4)

Part ini akan jadi part paling menyenangkan! Percayalah kalian pasti akan ngiler liat pemandangannya nyehehe. Melanjutkan part sebelumnya, Rani akan melakukan aklimatisasi lagi di Dingboche. Karena sebentar lagi Rani dan tim akan sampai di ketinggian 5000 MDPL. Jadi persiapan tubuh kudu wajib dilakukan. Aklimatisasinya gak selelah dan separah yang Rani lakukan di Namche waktu itu. Entahlah tubuh Rani yang sudah menyesuaikan dengan pendakian ini atau memang jalur yang lebih bersahabat. Sampai di tempat aklimatisasi ada sesuatu yang menarik perhatian mata Rani. Tumpukan batu! Continue reading “BERJUMPA DENGAN HIMALAYA (PART 4)”

BERJUMPA DENGAN HIMALAYA (PART 3)

Perjalanan menuju ke Everest Basecamp belum separuh jalan. Masih panjang sekali perjuangannya. Disinilah Rani ngerasa mental mulai diuji. Puji Tuhan sejauh ini badan Rani masih sehat dan selalu mau bekerjasama. Fokus dan suasana hati yang gak menentu, jadi tantangan saat ini. Beh rasanya nih ye suasana hati kaya lagi PMS. Maunya ngamuk sama senggol bacok karena cape. Apalagi nih ye pemirsa yang budiman, aku orangnya emang galak. Tapi ya gak boleh gitu, karena yang lain juga ngalamin kelelahan yang sama. Jadi harus kontrol diri. Yuk mari kita narik napas huh hah huh hah. Continue reading “BERJUMPA DENGAN HIMALAYA (PART 3)”

BERJUMPA DENGAN HIMALAYA (PART 2)

Perjalanan Rani di hari kedua berlanjut ke Namche. Nah kalau kata guide Rani si, perjalanan menuju ke Namche adalah salah satu perjalanan yang β€œbesar”. Jarak tempuh Pakdhing-Namche kurang lebih 7 jam. Itu kalo pendaki biasa loh yaa. Karena Rani sambil liputan pasti proses perjalanan berlangsung lebih lama dari jadwal normal. Baik aku gak akan bilang sama kaki tentang kenyataan ini. Semoga si kaki gak sadar dan semoga dia mau diajak bekerjasama. Yuk mulai jalan! πŸ˜€ Continue reading “BERJUMPA DENGAN HIMALAYA (PART 2)”

BERJUMPA DENGAN HIMALAYA (PART 1)

Rani memulai pendakian ke pegunungan Himalaya via Nepal. Penerbangan dari Indonesia ke Nepal menghabiskan waktu 9 jam, sudah termasuk waktu transit yaah. Nah untuk kalian yang pengen berkunjung ke Nepal gak usah khawatir soal urusan visa. Seperti Indonesia, Nepal juga menggunakan sistem Visa On Arrival. Jadi tinggal isi form aja terus kita bisa dapet langsung deh visanya. Ada visa untuk 15 hari (25 USD), 30 hari (40 USD) dan 90 hari (100 USD). Rani apply untuk yang 30 hari. Rata-rata nih orang apply visa untuk waktu tinggal yang cukup lama. Ku super semangat buat perjalanan ini. Positive vibes is in the aiirr. Let’s start! Continue reading “BERJUMPA DENGAN HIMALAYA (PART 1)”

SATU MALAM BERBARING DI GLASIER

Cuaca dingin menggigit tulang dan sensasi magis. Dua hal itu yang Rani rasain waktu akhirnya bisa menginjakkan kaki di Everest Basecamp yang berada di ketinggian 5363 MDPL. Rani dan tim dapet kesempatan untuk bisa menghabiskan satu malam disana. Buat Rani si anak Bekasi, malam itu adalah salah satu malam paling berkesan yang pernah aku alamin. Yuk ah kita mulai ceritanya. Selamat membaca! πŸ™‚ Continue reading “SATU MALAM BERBARING DI GLASIER”

MENCICIPI ULAT TERPAHIT DI MUKA BUMI

Belum lama ini Rani lihat ada billboard super besar di pinggir jalan. Billboard itu mempromosikan sebuah aplikasi yang bisa membuat kita gak repot pergi ke rumah sakit kalau badan kita gak sehat. Kita bisa konsultasi via online sama dokternya! Canggih beneer yee. Tapi semua kemewahan itu cuma bisa dinikmati sama masyarakat ibu kota aja. Kalau di pedalaman? Wah boro-boro deh. Untuk obat, banyak dari mereka yang masih mengandalkan apa yang alam sediakan. Ilmunya diturunkan dari generasi ke generasi, mulai dari tumbuhan sampai binatang. Rani berkesempatan nyobain salah satu satunya. Bisa dibilang ini salah satu obat yang paling ajaib! Namanya KELATANG. Apa itu? Salah satu jenis ulat geennggss. Continue reading “MENCICIPI ULAT TERPAHIT DI MUKA BUMI”

MERBABU UNTUK KEDUA KALINYA

Let’s talk about mountain! Kalau ngomongin gunung, sinetron tersanjung atau cinta fitri juga bisa kalah panjang kali yaa haha. Setelah memilih dengan sejuta kebingungan, Rani memutuskan untuk nulis tentang pengalaman mendaki ke Merbabu. Waktu kuliah dulu Rani sempet naik Merbabu juga tapi gak sampai ke puncak. Ternyata ada beberapa hal yang salah saat aku ngedaki. Baiklah jadi Rani bertekad untuk memperbaiki kesalahan di masa lampau yeah. Kalian pernah ngalamin hal yang sama? Kalau gitu semoga tulisan ini bermanfaat yah!

Continue reading “MERBABU UNTUK KEDUA KALINYA”

GARAM AJAIB DARI GUNUNG

Karena negara kita adalah negara maritim, banyak banget masyarakat yang berprofesi sebagai petani garam. Biasanya profesi ini banyak ditemui di daerah pesisir. Umumnya, petani garam membuat petakan-petakan yang diisi air laut. Proses penguapan oleh mataharilah yang nantinya akan membentuk kristal garam (oh seandainya air laut bisa menjadi kristal berlian). Tapi ternyata gak semua garam berasal dari air laut gengs! Karena ternyata ada garam yang berasal dari gunung! Rani nemuin ini di Desa Pakebuan, Kalimantan Utara. Beneran deh kalian gak salah baca. Garam gunung beneran nyata adanya! Wuooo Continue reading “GARAM AJAIB DARI GUNUNG”

BERTUALANG KE MALAYSIA DENGAN PASPOR MERAH

Bertualang ke perbatasan udah jadi hal yang Rani tunggu-tunggu sejak lama. Kalau liat peta, Rani selalu penasaran, gimana sih kehidupan masyarakat Indonesia di perbatasan? Nah, awal Januari 2018 kemarin Rani berkesempatan untuk trip ke perbatasan Indonesia – Malaysia via Kalimantan Utara. Rani ingetnya sambil senyum-senyum sendiri macam lagi kasmaran hahaha. Yuk ah dimulai ceritanya hihi

Continue reading “BERTUALANG KE MALAYSIA DENGAN PASPOR MERAH”